Selasa, 14 Desember 2010

PETI, BERDAMPAK BURUK BAGI LINGKUNGAN

Tebas, Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) ternyata masih saja terjadi di kecamatan Tebas, para pendulang emas ini bukan tidak memiliki alternatif kerja lain tapi memang hasil yang didapat dari kerja ini sungguh menjanjikan bagi mereka apalagi harga emas sekarang cukup tinggi. Tetapi perlu disadari bahwa dampak dari pekerjaan ini sangat buruk bagi lingkungan sekitar, mulai dari tanah yang menjadi tandus akibat terjadinya menyedotan pasir dan kerikil dari dasar bumi kemudian dimuntahkan keluar dan menumpuk banyak sekali, rumput saja tidak mau tumbuh apalagi tanaman yang lain. Kedua, munculnya banyak celungan-celungan yang berisi air pada saat hujan maka air akan turun melalui aliran sungai sampai ke hilir, air bekas pendulangan emas sedikit banyak mengandung bahan air raksa (Merkuri) yang tergolong dalam logam berat. Jika air ini mengalir ke sungai-sungai yang menjadi salah satu sumber air bersih masyarakat disekitarnya maka dapat dipastikan dampaknya  bagi kesehatan tubuh, merkuri yang mengendap di dalam tubuh akan menjadi racun bagi tubuh.
Ketiga, tanah yang sudah tandus perlu waktu yang tidak sedikit untuk mengembalikan tingkat kesuburannya. Mungkin sampai anak cucu pun tanah tersebut masih belum  begitu pulih, kecuali pemerintah mengunakan teknologi canggih untuk merehabilitasi tanah tersebut. Dan masih banyak dampak yang ditimbulkan dari kegiatan PETI ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Masyarakat sekitar dan Pemerintah harus bekerjasama guna menyelesaikan masalah ini. Kita selaku Generasi Muda  harus memiliki visi Cinta Lingkungan, karena alam sudah marah dengan tingkah Manusia yang selalu merusak lingkungan.....ingat bencana yang sering terjadi di negeri  ini pasti dikarenakan ulah kita sendiri yang tidak selalu mensyukuri dan menjaga ciptaan-Nya.Renungkan lah.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar